Sejarah Telaga Dieng


IMG_3498

Hampir semua telaga atau danau dieng dari kronologinya yang terbentuk dari letusan purba masa lampau memiliki sejarah dari sisi mitos dan legenda di masyarakat dieng sendiri.

Contoh seperti telaga warna dengan mitosnya adanya cincin bangsawan yang tercebur dan merubah warna telaga tersebut, telaga pengilon yang bisa melihat isi hati manusia, telaga swiwi tempat terjatuhnya sayap burung jatayu, telaga balaikambang sebuah dipan yang bisa muncul dari dasar telaga, telaga merdada konon sebagai simbol keangkara murkaan manusia ketika sifat manusia yang tidak mau bersyukur dengan pemberianNya serta segudang mitos dan sejarah lokal telaga – telaga dieng lainnya.

Dari sekian telaga – telaga yang tersebar di kawasan wisata dataran tinggi dieng mampu menjadi daya tarik pariwisata dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sebagai pelaku wisata lokal di pegunungan dieng.

Telaga atau bekas kepundan kawah yang tidak aktif  akan menampung air hujan serta menimbulkan mata air di sekitarnya juga bermanfaat bagi manusia. Terbukti dengan keindahannya bisa menjadi objek wisata alam, menjadi area pemancingan, naik perahu di atas gunung, sebagai tempat tadah hujan untuk menghindari banjir serta  untuk keperluan masyarakat sehari-hari.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s