Sejarah Telaga Dieng

IMG_3498

Hampir semua telaga atau danau dieng dari kronologinya yang terbentuk dari letusan purba masa lampau memiliki sejarah dari sisi mitos dan legenda di masyarakat dieng sendiri.

Contoh seperti telaga warna dengan mitosnya adanya cincin bangsawan yang tercebur dan merubah warna telaga tersebut, telaga pengilon yang bisa melihat isi hati manusia, telaga swiwi tempat terjatuhnya sayap burung jatayu, telaga balaikambang sebuah dipan yang bisa muncul dari dasar telaga, telaga merdada konon sebagai simbol keangkara murkaan manusia ketika sifat manusia yang tidak mau bersyukur dengan pemberianNya serta segudang mitos dan sejarah lokal telaga – telaga dieng lainnya.

Dari sekian telaga – telaga yang tersebar di kawasan wisata dataran tinggi dieng mampu menjadi daya tarik pariwisata dan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sebagai pelaku wisata lokal di pegunungan dieng.

Telaga atau bekas kepundan kawah yang tidak aktif  akan menampung air hujan serta menimbulkan mata air di sekitarnya juga bermanfaat bagi manusia. Terbukti dengan keindahannya bisa menjadi objek wisata alam, menjadi area pemancingan, naik perahu di atas gunung, sebagai tempat tadah hujan untuk menghindari banjir serta  untuk keperluan masyarakat sehari-hari.

 

Sikunir Objek Wisata Terkenal Dieng

sikunir dieng

Setelah di temukannya salah satu spot untuk melihat matahari terbit atau sunrise dari atas bukit yang di temukan oleh wisatawan asing pada era 80 an. Kini terbukti destinasi wisata unggulan seperti bukit sikunir menjadi tujuan utama bagi mereka ( wisatawan ) yang akan menghabiskan liburannya di kawasan dataran tinggi dieng. Selain objek wisata alam unggulan lainnya yaitu taman wisata alam telaga warna dieng dengan flora fauna yang masih ada di area taman wisata tersebut semakin menambah kenyamanan berwisata kita.

Tidak sedikit mereka mengabadikan momen tertentu di saat berkunjung ke kawasan telaga warna, telaga pengilon, komplek goa alam ( goa semar, sumur, dan jaran ). banyaknya spot untuk pengambilan gambar atau foto di kawasan tersebut seperti di atas bukit sikendil ( batu kotak ) atau bukit sidengkeng sebagai spot utama kawasan telaga warna dieng.

Pendakian menuju objek terkenal di dieng plateau seperti bukit sikunir sekarang semakin mudah karena sudah banyak di temukan rambu-rambu atau papan arah menuju ke objek wisata yang satu ini.  Menikmati objek wisata unggulan atau tempat terkenal bukit sikunir harus berangkat lebih awal ( sekitar jam 4 pagi ) karena dengan berbekal kamera kita pun bisa menikmati langsung pemandangan spektakuler baik di waktu perjalanan maupun setelah sesampainya di atas bukit sikunir. pemandangan seperti telaga cebong sembungan juga bisa di saksikan ketika kita turun dari bukit dengan latar belakang pegunungan nan hijau dengan ladang kentang ( teras sering ) yang membentang dari arah utara hingga selatan ( sekitar pegunungan bisma ). tidak jauh dari desa sembungan kita pun bisa di ajak untuk melihat pemandangan alam berupa air terjun sikarim ( nama salah satu tokoh penting di pegunungan dieng ).

 

 

Ritual Cukur Rambut Gimbal

dcf 2013

Dieng Culture Festival sebuah ajang budaya lokal di dataran tinggi dieng dan di laksanakan setiap tahunnya di komplek wisata dataran tinggi dieng jawa tengah. berbagai acara pendukung ikut serta memeriahkan even budaya masyarakat pegunungan dieng. Tepat di tahun 2013 event dieng culture festival akan di adakan dari tanggal 29-30 juni 2013 dengan rangkaian acara seperti Wisata jalan sehat, minum purwaceng massal, balon udara, pentas seni tradisional, bakar jagung malam massal, perta kembang api, pesta lampion mini, serta pentas wayang kulit, festival film dieng, dan musik jazz di atas gunung dieng.

Dieng culture festival di tahun 2013 ini akan di mulai dengan acara inti seperti napak tilas, arak-arakan, jamasan, ngalab berkah, pencukuran dan pelarungan serta pentas seni khas dataran tinggi dieng di penghujung acara dieng culture festival. Alamat dieng culture festival akan di laksanakan di area komplek candi arjuna dieng dengan official resmi dari kelompok sadar wisata dieng pandawa dan bekerjasama dengan dinas pariwisata di kawasan dataran tinggi dieng ( banjarnegara-wonosobo )

Dalam kegiatan tersebut bagi wisatawan akan di kenakan biaya masuk mengikuti acara dieng culture festival dengan fasilitas peserta seperti Id card, Pin, free Tiket Objek Wisata ( candi arjuna – Kawah sikidang ) serta T-shirt dengan biaya sebesar Rp. 70 rb dan Rp 30 Rb bagi yang tidak mengenakan fasilitas seperti kaos ( T-shirt ). Untuk alamat pemesanan bisa menghubungi kami Official resmi event Dieng Culture Festival 2013.

 

Misteri Sumur Jalatunda Dieng

jala

Daerah vulkanik yang masih menyisakan berbagai keindahan dan keunikkan serta misteri di dalamnya, seperti  salah satu sisa hasil letusan masa lalu yang berupa lubang raksasa mirip sumur dengan diameter 90 m dan kedalaman 100 m di atas permukaan air sumur. dari cerita yang ada di penduduk setempat memiliki bermacam-macam cerita misteri tentang keberadaaan dari fenomena alam tersebut.

Namun demikian itulah yamg menjadi daya tarik tersendiri dari area wisata alam yang lebih di kenal dengan nama sumur raksasa jalatunda dieng. beberapa mitos yang melatarbelakangi dari munculnya sumur jalatunda dieng seperti , dalam pewayangan sering di sebut bumi sapta pratala di mana bumi lapis tujuh tempat bermukim raja antaboga, nagagini, dan antareja. ada juga yang menyebut sebagai salah satu gerbang masuk menuju kerajaan pantai selatan, serta legenda yang berkembang di tengah-tengah masyarakat dieng dan sekitarnya.

Nama jalatunda yang berasal dari dua suku kata jala= jaring, dan tunda=menunda, ternyata memiliki mitos untuk memotivasi kita bahwa dalam hidup apabila kita mempunyai  cita-cita janganlah di tunda-tunda atau akhirnya kita akan menyesal tidak dapat memiliki keinginan yang di harapkan. Bagi kalangan tertentu di tempat jalatunda juga di anggap sebagai tempat keramat sehingga pada waktu khusus juga di gunakan untuk kegiatan meditasi . dari banyaknya legenda dan mitos di area jalatunda yang paling populer salah satunya adalah barang siapa bisa melempar batu hingga ujung dinding sumur dengan hitungan angka ganjil maka akan mendapatkan keberuntungan ( make a wish ).

Bun Upas Musuh Petani Dieng

bun upas dieng

 

Tradisi Alam Pegunungan Dieng yang tak kenal jaman hampir di pastikan setiap musim kemarau tiba , fenomena alam ini akan selalu datang membekukan diri dan menjadi target para petani untuk menunggu dan bersiap diri melawan fenomena alam yang unik dengan di tandai gejala alam di sore hari ketika kondisi cuaca tenang seakan angin menghilang, berubah menjadi kabut tipis ( ampak-ampak ) yang bakal menjadi musuh petani di pagi hari.

Peristiwa alam yang sering di sebut bun upas atau embun racun akan meluluh lantakan areal pertanian yang berada di lembah atau dataran tinggi ( cekungan ), sehingga penduduk lokal menyebut areal bun upas di sebut pabunan ( frozen area ). hingga sekarang belum di temukan obat atau cara untuk meyembuhkan penyakit layu akibat bun upas. Namun penduduk terutama mereka para petani hanya menggunakan cara tradisional untuk menghindari serangan bun upas dengan cara menutup areal pertanian dengan atap plastik atau membuat api unggun di sore hari kemudian di setiap pojok areal sayuran tersebut di pasang obor dengan harapan asap dan api tersebut akan melelehkan gumpalan atau kristal es yang menempel di setiap daun tanaman ( kentang )

Begitu juga bagi setiap wisatawan yang datang atau berkunjung ke dataran tinggi dieng pada musim kemarau justru menjadi keunikkan tersediri di pagi hari seakan-akan sedang merasakan hawa eropa dengan suhu yang sangat ekstrim ( o derajat ). Wisata dingin ( summer time ) hanya bisa di jumpai di musim kemarau saja ( juli-agustus )  dan bagi yang akan mencoba wisata yang satu ini di sarankan untuk membawa perlengkapan outdoor  ( jaket, topi, sepatu, kaos tangan , dll )

Kawah Sikidang Dieng

sikidang

Banyaknya kepulan asap dan kepundan kawah yang sering berganti tempat atau berpindah-pindah dari satu area ke tempat lain. dataran tinggi dieng mempunyai banyak sekali kepundan erupsi atau kawah aktif yang masih bisa di saksikan hingga hari ini seperti kawah sikidang , kawah sileri , kawah candradimuka, dan kawah kawah kecil di sekitar pegunungan dieng.

Dari sekian kawah aktif yang aman untuk di kunjungi  seperti kawah sikidang dieng yang terletak tidak jauh dari komplek candi arjuna dieng ( 1 km ). di area kawah banyak di jumpai aktifitas kepundan yang sangat unik dan dengan aroma belerang khas pegunungan dieng akan menjadi teman perjalanan ke wisata alam yang satu ini. maka perlu di sediakan sapu tangan atau masker untuk menghindari bau tersebut. berbagai pedagang sayur juga tersebar di kawasan kawah sikidang dan jasa wisata lainnya seperti foto langsung jadi, naik kuda , sewa motor, atau sepeda di sesuaikan dengan keinginan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kawah sikidang.

Nah bagi anda yang mau mengunjungi objek wisata alam yang satu ini di sarankan pada saat pagi atau sore hari agar terhindar dari sengatan sinar matahri yang bisa membuat kulit anda berubah menjadi hitam dan harus menghindari beberapa kondisi tanah basah serta menjauh dari area batas kepundan kawah yang sering mengalami erosi ( bibir kawah )

Wisata Telaga Warna Dieng

warna

Destinasi wisata alam di dieng plateau tidak hanya wisata sejarahnya saja namun wisata alam Telaga Warna dieng pasti menjadi destinasi wisata alam kedua setelah bukit sikunir ( sunrise ), wisata yang masuk wilayah kabupaten wonosobo tersebut memilik beberapa spot untuk pengambilan gambar atau foto yang bagus jika di dampingi oleh seorang guide lokal yang berasal dari dataran tinggi dieng.

Sejarah telaga warna dieng yang merupakan bekas kepundan letusan gunung purba yang telah padam dan kemudian membentuk cekungan dan berfungsi sebagai tadah air hujan ( kaldera ). di kawasan tersebut terdapat dua buah telaga selain telaga warna juga ada telaga pengilon serta beberapa komplek goa alam yang berada di sekitar kawasan taman wisata alam telaga warna. lokasi yang tidak jauh dari komplek candi arjuna memilik legenda yang bermacam -macam seperti legenda dewi nawang wulan ( telaga warna bekas tempat mandi para bidadari ) , cincin pusaka sang dewi yang tercebur ke dalam telaga dan menjadi warna dari telaga tersebut dan cerita rakyat atau legenda lainnya.

Kawasan telaga yang memiliki luas sekitar 40 h itu sangat indah sekali bila kita mau menjelajahi dengan cara berjalan kaki ( starting dari bukit sidengkeng ) kemudian di lanjutkan ke tepian dari kedua telaga tersebut dan berakhir di atas bukit sikendil ( dieng plateau theater). telaga warna terunik dengan beragam pesan moral bagi manusia untuk lebih menghargai hidup dalam kehidupan sehari – hari.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 176 other followers